File-filenya rismaka.wordpress.com

Icon

Just another WordPress.com weblog

Stem Cells and Diabetes

Diabetes exacts its toll on many Americans, young and old. For years, researchers have painstakingly dissected this complicated disease caused by the destruction of insulin producing islet cells of the pancreas. Despite progress in understanding the underlying disease mechanisms for diabetes, there is still a paucity of effective therapies. For years investigators have been making slow, but steady, progress on experimental strategies for pancreatic transplantation and islet cell replacement. Now, researchers have turned their attention to adult stem cells that appear to be precursors to islet cells and embryonic stem cells that produce insulin.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Based Therapies

One of the more perplexing questions in biomedical research is—why does the body’s protective shield against infections, the immune system, attack its own vital cells, organs, and tissues? The answer to this question is central to understanding an array of autoimmune diseases, such as rheumatoid arthritis, type 1 diabetes, systemic lupus erythematosus, and Sjogren’s syndrome. When some of the body’s cellular proteins are recognized as “foreign” by immune cells called T lymphocytes, a destructive cascade of inflammation is set in place. Current therapies to combat these cases of cellular mistaken identity dampen the body’s immune response and leave patients vulnerable to life-threatening infections. Research on stem cells is now providing new approaches to strategically remove the misguided immune cells and restore normal immune cells to the body. Presented here are some of the basic research investigations that are being guided by adult and embryonic stem cell discoveries.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Hematopoietic Stem Cells

With more than 50 years of experience studying blood-forming stem cells called hematopoietic stem cells, scientists have developed sufficient understanding to actually use them as a therapy. Currently, no other type of stem cell, adult, fetal or embryonic, has attained such status. Hematopoietic stem cell transplants are now routinely used to treat patients with cancers and other disorders of the blood and immune systems. Recently, researchers have observed in animal studies that hematopoietic stem cells appear to be able to form other kinds of cells, such as muscle, blood vessels, and bone. If this can be applied to human cells, it may eventually be possible to use hematopoietic stem cells to replace a wider array of cells and tissues than once thought.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Misteri Sel Bunuh Diri..

Diam-diam, miliaran sel dalam tubuh kita melakukan aksi bunuh diri massal setiap hari. Kalau itu betul terjadi, kok kita tidak ikutan mati? Beruntung, aksi bunuh diri yang satu ini justru memberi manfaat buat kita.
Ini bukan pasukan bunuh dirinya Presiden Irak Saddam Hussein yang dulu digempur habis-habisan oleh tentara Sekutu pimpinan AS dalam Perang Teluk jilid kedua. Namun, ini sel-sel sehat yang mati tanpa sebab yang jelas. Setiap hari ada saja sel dalam tubuh yang tewas bunuh diri. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, 70 miliar sel per hari.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Bunuh Diri Sel secara Terprogram

PEMENANG Nobel Fisiologi dan Kedokteran tahun ini adalah Sydney Brenner (Berkeley, California, AS) dengan temuan cacing Caenorhabditis elegans sebagai organisme model percobaan; John E Sulston (Cambridge, England, Inggris) dengan temuan peta garis turunan sel dalam C elegans; dan H Robert Horvitz (Cambridge, Massachusetts, AS) dengan temuan gen yang berperan dalam mengendalikan kematian sel dalam C elegans.
Hasil rinci temuan mereka menunjukkan bahwa 131 dari 1090 sel somatik C elegans dewasa secara konsisten mati selama perkembangan, dan kematian sel alami ini dikendalikan oleh satu set gen.

Seperti diketahui, tubuh kita berasal dari satu sel telur (sel tunas) yang telah dibuahi. Selama masa embrio dan janin, jumlah sel meningkat secara drastis. Sel-sel terdiferensiasi dan terspesialisasi membentuk berbagai jaringan dan organ tubuh seperti otot, darah, hati, dan sistem saraf. Jumlah sel sangat besar juga dibentuk pada tubuh dewasa. Hubungan sel-sel dapat dirujuk sebagai satu garis turunan sel.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

ISOLASI DNA KROMOSOM

PENDAHULUAN

DNA merupakan molekul yang sangat panjang, terdiri dari ribuan deoksiribonukleotida (ada empat jenis), yang bergabung dalam suatu urutan yang bersifat khas bagi setiap organisme. Molekul ini biasanya berbentuk untaian ganda. Kromosom sel prokariot merupakan suatu molekul besar DNA yang berkaitan erat-erat menjadi suatu daerah inti atau nukleoid.

Sel eukariot mengandung sejumlah molekul DNA, yang masing-masing pada umumnya berukuran jauh lebih besar dari satu molekul DNA didalam prokaryota. Molekul DNA didalam eukaryota bergabung dengan protein dan dikelompokkan menjadi serabut kromatin di dalam nukleus, yang dikelilingi oleh system membran ganda yang bersifat kompleks. DNA berfungsi untuk menyimpan informasi genetik secara lengkap yang diperlukan untuk mencirikan struktur semua protein dan RNA tiap-tiap spesies organisme, untuk membuat program pada saat yang tepat dan menempatkan biosintesis sel dan komponen jaringan secara teratur, untuk menentukan aktivitas organisme sepanjang siklus hidupnya, dan untuk menentukan kekhususan organisme tertentu.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Download Ebook Cara Berdakwah yang Dicontohkan Oleh Nabi dan Rasul

fiqih dakwah rasul, dakwah para nabi dan rosul, cara berdakwah yang baik dan benar, download ebook dakwah, syaikh rabi bin hadi, shalih fauzan al fauzan, kesalahan dalam berdakwah, strategi dalam bedakwah, berdakwah untuk mencari keridhoan Allah, berdakwah yang salah, buku saku dakwah, semua tentang dakwah, tuntunan cara berdakwah, keutamaan dakwah,

Download ebook

Sponsored by RISOFTE | Rismaka | Weblogs | Eldiosa | Islamic Stuff | Vacant Site

Filed under: Uncategorized

ISOLASI DAN AMOBILISASI SEL/ENZIM BETA GALAKTOSIDASE

PENDAHULUAN

Penggunaan enzim dalam yang telah diisolasi sebagai molekul bebas, yakni terlarut dalam air, dalam analisis kurang menguntungkan, karena enzim hanya dapat digunakan untuk satu kali reaksi dan enzim tersebut sulit dipisahkan dari produk dan substrat. Agar enzim tersebut dapat dipakai berulang dan dapat dipisahkan maka dapat digunakan suatu metode yaitu teknik imobilisasi enzim.

Imobilisasi enzim dapat dianggap sebagai metode yang merubah enzim dari bentuk larut dalam air “bergerak” menjadi keadaan “tak begerak” yang tidak larut Imobilisasi dmencegah difusi enzim ke dalam campuran reaksi dan mempermudah memperoleh kembali enzim tersebut dari aliran produk dengan teknik pemisahan padat/cair yang sederhana. Imobilisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui pengikatan kimiawi molekul enzim pada bahan pendukung, pengikatan silang intermolekuler sesama enzim, atau dengan cara menjebak enzim di dalam gel atau membran polimer (Palmer, 1991).

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Kristalisasi

Pendahuluan

Kristalisasi adalah sebuah teknik dasar yang harus dipelajari seorang kimiawan untuk memurnikan suatu materi/senyawa padat. Prinsip dari kristalisasi adalah bahwa senyawa padat akan mudah terlarut dalam pelarut panas bila dibandingkan pada pelarut yang lebih dingin. Jika suatu larutan senyawa tersebut dijenuhkan dalam keadaan panas dan kemudian didinginkan,senyawa terlarut akan berkurang kelarutannya dan mulai mengendap, membentuk kristal yang murni dan bebas dari pengotor. Kemurnian zat ini disebabkan oleh pertumbuahan kristal zat telarut, sehingga za-zat ini dapat dipisahkan dari pengotornya.

Sebagian materi padat baik alami maupun buatan terdapat dalam bentuk kristal. Bentuk dari kristal dapat berupa kubik, orthorhombic, heksagonal, monoklinik, triklinik, dan trigonal. Namun banyak dari kristal ini berupa polycrystalline yang juga terbentuk dari kristal tunggal(grains). Dalam kehidupan sehari-hari, kristal tunggal yang sering dikonsumsi oleh manusia, antara lain kristal garam dan gula.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Dialisis

Dialisis merupakan suatu metode yang digunakan untuk memisahkan biomolekul berukuran besar atau kecil melalui membran semipermeabel. Di dalam larutan, molekul-molekul kecil dapat melalui pori membran, namun molekul-molekul besar tidak dapat. Pada prinsipnya dialisis akan memisahkan suatu amilum atau starch yang terdiri dari dua molekul yang berukuran besar yaitu amilosa dengan BM 50.000 dan amilopektin dengan BM 1,0×106. Bila amilum ditambahkan air liur (amilase) maka molekul-molekulnya akan terhidrolisis manjadi maltosa dengan BM 360 dan glukosa. Amilosa merupakan suatu polimer linear yang terdiri dari unit-unit D-glukosa dalam ikatan ?-1,4 glukosida. Berbeda dengan amilopektin, amilosa merupakan suatu polisakarida yang bercabang dan terdiri dari unit-unit D-glukosa dalam ikatan ? 1,6.

Maltosa dapat diuji dengan benedict, starch, amilosa dan amilopektin diuji dengan iod. Iodium dengan pati dapat membentuk suatu ikatan kompleks yang berwarna biru. Larutan benedict merupakan larutan tembaga yang basa, bila direduksi oleh karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas akan membentuk kupri oksida. Pembentukan senyawa dapat dilihat pada pembentukan warna hasil reaksi.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized