File-filenya rismaka.wordpress.com

Icon

Just another WordPress.com weblog

Biofisik II

Koloid merupakan suatu larutan yang mempunyai ukuran antara 1 m? sampai dengan 0.1?. Dilihat dari ukurannya, koloid terletak diantara dua larutan, yaitu larutan sejati/molekular dan larutan kasar/suspensi. Ada dua macam koloid, yaitu sol dan gel (padatan dari sol). Koloid dapat bersifat liofil (mampu menarik air) maupun liofob (membentuk endapan dalam air).

Bufer atau sering disebut sebagai larutan penyangga, yaitu campuran asam lemah dengan garamnya, atau campuran antara basa lemah dengan garamnya yang berfungsi untuk menyangga atau mempertahankan pH larutan jika larutan tersebut ditambah sedikit asam ataupun basa. Terdapat dua macam sistem bufer dalam tubuh, yaitu bufer bikarbonat dan bufer fosfat. Bufer bikarbonat terdapat dalam cairan darah hewan. Hal ini berguna untuk mempertahankan pH darah, yakni sekitar 7.40. Bilamana dalam metabolisme terbentuk ion H3O+, dan ion ini masuk ke dalam darah, maka ion H3O+ akan bergabung dengan ion HCO3- membentuk H2CO3. Kelebihan H2CO3 akan diubah menjadi H2O dan CO2 yang akan dikeluarkan melalui paru-paru. Sebaliknya bila kekurangan ion H3O+, maka kekurangan ini akan diatasi dengan ionisasi asam karbonat. Dengan cara ini pH dipertahankan tetap.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

Biofisik I

Rasio massa suatu benda atau zat dengan massa air pada volume dan temperatur yang sama disebut bobot jenis. Alat yang biasanya digunakan untuk mengukur berat jkenis jenis cairan pada temperatur 60º F atau 15,55º C adalah hidrometer. Hidrometer berskala 1,000-1,060 dengan interval 0,001. jika suhu cairan yang diukur bukan 60º F, maka harus dikoreksi terlebih dahulu.

Tegangan permukaan merupakan salah satu sifat akibat gaya langsung dari gaya antar molekul yang terdapat dalam zat cair. Jadi tegangan permukaan cairan dapat didefinisikan sebagai daya tahan lapisan tipis permukaan suatu cairan terhadap gaya untuk mengubah luas permukaan cairan. Besar kecilnya tegangan permukaan cairan tergantung pada zat terlarut dalam cairan tersebut. Jika konsentrasi zat terlarut pada permukaan lebih kecil dari konsentrasi zat yang ada di dalamnya, maka akan menaikkan tegangan permukaan dan sebaliknya. Selain itu tegangan permukaan berhubungan dengan gaya grafitasi. Jika gaya grafitasi lebih besar dari tegangan permukaan, maka cairan akan jatuh, tetapi jika gaya grafitasi sama besar dengan tegangan permukaan maka cairan akan tetap pada posisinya.

Read the rest of this entry »

Filed under: Uncategorized

judul apa aja

blogger vs wp

Filed under: Uncategorized