File-filenya rismaka.wordpress.com

Icon

Just another WordPress.com weblog

Dialisis

Dialisis merupakan suatu metode yang digunakan untuk memisahkan biomolekul berukuran besar atau kecil melalui membran semipermeabel. Di dalam larutan, molekul-molekul kecil dapat melalui pori membran, namun molekul-molekul besar tidak dapat. Pada prinsipnya dialisis akan memisahkan suatu amilum atau starch yang terdiri dari dua molekul yang berukuran besar yaitu amilosa dengan BM 50.000 dan amilopektin dengan BM 1,0×106. Bila amilum ditambahkan air liur (amilase) maka molekul-molekulnya akan terhidrolisis manjadi maltosa dengan BM 360 dan glukosa. Amilosa merupakan suatu polimer linear yang terdiri dari unit-unit D-glukosa dalam ikatan ?-1,4 glukosida. Berbeda dengan amilopektin, amilosa merupakan suatu polisakarida yang bercabang dan terdiri dari unit-unit D-glukosa dalam ikatan ? 1,6.

Maltosa dapat diuji dengan benedict, starch, amilosa dan amilopektin diuji dengan iod. Iodium dengan pati dapat membentuk suatu ikatan kompleks yang berwarna biru. Larutan benedict merupakan larutan tembaga yang basa, bila direduksi oleh karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas akan membentuk kupri oksida. Pembentukan senyawa dapat dilihat pada pembentukan warna hasil reaksi.

Tujuan Percobaan

Percobaan ini bertujuan untuk memisahkan molekul-molekul pati atau starch menggunakan metode dialisis, menguji pengaruh penambahan amylase pada pati dan menguji keberadaan maltosa, pati, amilopektin, dan amilosa dengan uji benedict dan uji iod.

Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan adalah pipet volumetrik, gelas piala, kantong dialisis, pipet tetes, tabung reaksi, penangas air, papan uji, gegep, pengaduk, tali kasur, kertas saring, dan corong. Bahan-bahan yang digunakan adalah larutan pati, akuades, larutan benedict, air liur, dan larutan iod.

Prosedur Percobaan

Dua kantong dialisis disiapkan dengan ukuran yang sama dan diberi label A dan B. Kantong berlabel A diisi dengan 2 ml larutan pati ditambah 1,5 ml akuades dan 1,5ml air liur (kontrol positif). Kantong B diisi dengan 2,5 ml larutan pati dan 2,5 ml akuades. Kedua kantong yang telah diikat rapat direndam ke dalam masing-masing larutan gelas piala yang berisi akuades. Setiap 10 menit masing-masing gelas piala diambil 8 tetes, lalu dilakukan uji benedict yang telah disiapkan dalam tabung reaksi 5 ml. Kemudian dipanaskan dalam penangas air kira-kira 5 menit dan diamati perubahan warnanya. Pada interval waktu yang sama dilakukan pula uji iodin. Uji ini dilakukan dengan mengambil 1 tetes larutan dan dimasukkan dalam papan uji. Kemudian ditetesi larutan iodin, diaduk dan diperhatikan perubahan warnanya.

Pembahasan

Hasil pengujian dialisis pati dengan menggunakan air liur, diperoleh bahwa uji iod memberikan hasil yang negatif di luar kantong dialisis, hal ini berarti bahwa di luar kantong dialisis sudah tidak ditemukan lagi adanya molekul pati, amilosa, dan amilopektin, namun hanya terdapat molekul maltosa atau glukosa yang terlihat dari hasil positif pada uji benedict yang terbukti dengan terbentuknya warna merah bata pada tabung reaksi yang telah dipanaskan. Maltosa yang diuji dengan benedict memberikan warna merah bata, sedangkan amilum yang diuji dengan iod akan memberikan kompleks warna biru-ungu. Warna merah bata yang terbentuk disebabkan oleh maltosa dan glukosa memiliki gugus aldehid yang bebas sehingga dapat mereduksi ion-ion tembaga (Cu) yang terdapat pada larutan benedict menjadi Cu2O yang berwarna merah bata. Penambahan air liur pada pati di awal sebelum proses dialisis berfungsi sebagai enzim yang akan mengkatalisis proses hidrolisa senyawa pati menjadi maltosa ataupun glukosa.

Percobaan dialisis pada pati dengan menggunakan kontrol, diperoleh hasil bahwa baik di luar maupun di dalam kantong dialisis dengan uji benedict tidak ditemukan adanya maltosa, terbukti dengan tidak adanya perubahan warna (tetap biru). Uji iod pada cairan di luar kantong juga menunjukkan hasil yang negatif, namun untuk cairan di dalam kantong, uji iod menunjukkan hsil yang positif. Hal yang menyebabkannya adalah karena tanpa enzim, pati susah untuk terhidrolisis menjadi komponen sakar-sakarnya, atau bisa juga waktu untuk dialisisnya kurang panjang, sehingga molekul-molekul pati belum seluruhnya dipecah menjadi molekul-molekul yang lebih kecil yaitu maltosa atau glukosa yang dilakukan oleh membran semipermeabel.

Hasil uji iod pada larutan larutan amilum adalah terbentuknya warna biru tua. Amilosa, yang tersusun atas 20% pati, daan unit-unit glukosa membentuk rantai lurus yang berikatan menurut 1,4 glikosida. Dalam larutan rantai ini berbentuk heliks (spiral) karena adanya ikatan dengan konfigurasi a pada setiap unit glukosa. Bentuk tabung dari molekul spiral ini yang menyebabkan amilosa dapat berikatan kompleks dengan molekul iodium yang masuk ke dalam tabung membentuk senyawa berwarna biru tua.

Kesimpulan

Setelah dilakukan uji pati dan benedict pada cairan di luar maupun di dalam kedua kantong dialisa, diperoleh untuk kantong dengan penambahan air liur, terdapat glukosa di luar maupun di dalam kantong, tetapi tidak terdapat pati di luar kantong. Untuk kantong tanpa penambahan air lir, diperoleh bahwa tidak ada glukosa maupun pati di luar kantong dialisa, sedangkan di dalam kantong hanya terdapat pati tanpa adanya molekul glukosa hasil hidrolisis pati. Uji iod pada cairan pati menghasilkan hasil positif dengan terbentuknya warna biru tua pada kompleks pati-iod.

Daftar Pustaka
Hart, H. 1983. Kimia Organik. Terjemahan Suminar Achmadi. Jakarta: Erlangga.
Girindra, A. 1993. Biokimia I. Jakarta: Gramedia
Lehninger, A.L. 1988. Dasar-Dasar Biokimia I. Terjemahan Maggy Thenawijaya. Jakarta: Erlangga

Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Download

Download Ebook Islami Bermanhaj Salaf

Download Aplikasi Java Islami

download update terbaru antivirus PCMAV

Domain Co.CC Gratis

CO.CC:Free Domain - www.Co.cc

RSS Notes of Science

  • Bagheera kiplingi, Laba-laba Pemakan Daun
    Hampir semua spesies laba-laba merupakan jenis predator yang memangsa hewan lainnya, dari serangga sampai burung. Di antara lebih dari 40.000 spesies laba-laba yang ada di dunia, laba-laba yang baru ditemukan ini mungkin jenis pertama diketahui makan tumbuh-tumbuhan. Hewan berkaki delapan yang diberi nama Bagheera kiplingi itu, hidup di Amerika Tengah khusus […]
  • Samudra Baru Diperkirakan Akan Terbentuk di Afrika
    Celah sepanjang 55 kilometer di gurun Ethiopia diperkirakan akan berkembang menjadi samudra baru. Celah selebar 6 meter di beberapa titik tersebut mulai terbuka tahun 2005, dan sejumlah ahli geologi yakin itu akan menjadi cikal bakal samudra baru. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan tim peneliti internasional dan dilaporkan dalam jurnal Geophysical Resea […]
  • UFO Terlihat di Jakarta, Tepatnya di Blok M
    Sebuah benda terbang asing atau unidentified flying objects (UFO) terlihat melayang di atas sebuah apartemen di Jalan Pakubuwono atau dekat Blok M, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu. Benda yang diduga UFO itu dipotret seorang warga yang menolak identitasnya dicantumkan. Foto tersebut diterima Warta Kota melalui Facebook, Kamis (15/10). Menurut sang pemotre […]
  • Cumi-cumi Raksasa Tertangkap di Teluk Meksiko
    Seekor cumi-cumi raksasa sepanjang 5,9 meter telah tertangkap dalam jaring di pesisir Lousiana, Teluk Meksiko. Penemuan hewan raksasa ini di lokasi itu menunjukkan bahwa banyak hal yang belum banyak manusia ketahui mengenai hewan khususnya cumi-cumi raksasa. Cumi-cumi raksasa yang baru terjaring itu bobotnya mencapai 46,7 kg. Ia tertangkap pada tanggal 30 Ju […]
  • Ular Berkaki Empat Ditemukan di China
    Ular berkaki empat ini ditemukan oleh salah seorang penduduk China bernama Dean Qiongxiu, 66 tahun. Ia menceritakan telah menemukan seekor ular yang bergelantung di tembok rumahnya. Namun anehnya ular tersebut bergelantung dengan menggunakan cakar yang ada di kakinya. “Aku bangun tidur, dan mendengar suara seperti garukan yang cukup keras. Kemudian aku […]
  • Inilah Dia, Tanaman Pemakan Tikus
    Mungkin kita telah mengetahui bahwa di dunia ini ada beberapa tanaman yang dapat memangsa serangga-serangga kecil seperti halnya lalat, jangkrik, semut, dan lain-lain. Salah satu tanaman pemangsa tersebut adalah kantong semar. Kantong semar, yang dikenal dengan nama “Ketakong” biasa kita temukan di hutan-hutan Indonesia. Tanaman ini cukup kecil u […]
  • Tempat Terekstrem, Tertinggi, Terendah, Terjauh, Terpanas, Terdingin di Muka Bumi
    Mungkin inilah yang disebut sebagai batas-batas yang ada di planet bumi. Tempat-tempat yang bisa dibilang “paling”, baik itu tertinggi, terendah, terpanas, terdingin, dan terekstrem di permukaan bumi. Di manakah tempat-tempat itu? Tempat Paling Ekstrim di Dunia: tempat yang terletak paling utara di dunia adalah kutub utara di Samudra Arktik. temp […]
  • Binatang yang Paling Berani di Muka Bumi
    Setelah mengulas sedikit tentang Tikus Paling Berani, mungkin kita akan tertarik pada binatang yang satu ini. Binatang yang paling berani di muka bumi ini. Binatang ini bahkan sempat masuk ke dalam Guinness Book of Records dengan gelar “world’s most fearless animal” atau “makhluk yang paling tidak mengenal rasa takut“. Adalah Ho […]
  • Tikus yang Paling Pemberani
    Berbicara mengenai keberanian, setiap makhluk biasanya memiliki rasa keberanian kepada binatang yang lebih kecil. Kasus berikut ini agaknya lain dari yang lain, yakni keberanian yang dimiliki oleh seekor tikus kecil yang imut dan lucu terhadap seekor macan yang sedang lapar. Tikus kecil ini bermain dengan kematian saat ia tiba-tiba datang ke dekat hidangan m […]
  • Perang-perang Terdahsyat Sepanjang Sejarah
    Perang terbesar, perang terdahsyat, perang yang menewaskan ratusan ribu hingga jutaan orang selama berlangsungnya. Perang-perang ini tercatat dalam sejarah dunia. Bahkan ada yang berlangsung hingga sekarang. Berikut ini adalah daftar perang-perang terdahsyat di dunia yang pernah tercatat. Perang Napoleon Perang ini timbul selama Napoleon Bonaparte memerintah […]